Jangan Sakit Kepala Dulu Sis, Ini dia Trend Fashion Wanita 2019

Sista sekalian yang sering merasa migran dan sakit kepala. Bisa jadi memang penyebabnya bukan karena penyakit yang berbentuk bakteri atau virus atau serangan penyakit lainnya. Melainkan ada dampak psikologis atau kurangnya hiburan.

Bulan ini ada Jakarta Fashion Week 2019 di Jakarta. Banyak sekali baju dan pakaian lainnya model terbaru, pastinya akan membuat mata Sista terpana dengan melihat banyak trend fashion melintang di atas catwalk.

Meurut pendapat psikologis wanita ingin selalu ingin update mengenai tren terbaru, oleh karena itulah Trend Fashion Wanita 2019 yang ada di Jakarta fashion week akan membuat Sista sekalian lebih rilexs.

Beragam pakaian model terbaru kekinian dari mulai dress, celana, rompi, atasan, bawahan. Sehingga Sista semua benar-benar mendapatkan banyak masukan, sehingga akan menjadi inspirasi untuk padu padan, keseharian fashion Sista.

Sakit Kepala Migran Kronis

Sakit Kepala Migran Kronis - Sakit kepala ini berkembang dari migraine yang datang tiba-tiba. Untuk dapat terdiagnosis, anda harus memiliki sakit kepala – migraine, sakit kepala akibat tekanan darah atau keduanya – 15 hari atau lebih dalam sebulan, untuk tiga bulan terakhir. Sebagai tambahan, pada delapan hari atau lebih untuk tiga bulan terakhir, anda pasti mengalami gejala berikut.

Sakit kepala anda harus memiliki paling sedikit dua karakteristik berikut:
• Menyerang hanya pada satu sisi kepala
• Menyebabkan sakit yang berdenyut
• Menyebabkan sakit dari yang sedang ke yang parah
• Menjadi jengkel pada aktifitas fisik yang rutin

Dan gejala itu menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:
• Mual, muntah atau keduanya
• Sensitif pada cahaya dan suara

Kalau tidak, jika sakit kepala anda merespon pengobatan triptan atau ergot ambil antisipasi gejala tersebut – pada delapan hari atau lebih dalam sebulan atau lebih dalam sebulan pada tiga bulan terakhir – itu juga merupakan migrain kronis.

Sakit kepala kronis akibat ketegangan (tension headache)
Sakit kepala ini berkembang dari sakit kepala akibat ketegangan yang datang tiba-tiba. Sakit kepala ini mungkin terjadi pada jam-jam terakhir atau secara terus menerus.

Sakit kepala kronis akibat ketegangan memiliki paling sedikit dua dari karakteristik berikut:
• Sakit di kedua sisi kepala
• Menyebabkan sakit yang ringan sampai sedang
• Menyebabkan sakit yang terasa ditekan atau mengetat akan tetapi tidak berdenyut
• Tidak membuat merasa jengkel pada aktifitas fisik rutin

Sebagai tambahan, itu semua menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:
• Sensitif pada suara atau cahaya
• Mual ringan
(Sumber : http://health.kompas.com)

Atasi Sakit Kepala Dengan Minum Air Putih

Ketika Sakit Kepala menyerang pastinya kepala sangat pusing sekali, dan biasanya kita bisanya tiduran aja, dan ingin rasanya mementokkin kepala ke tembok atau kemana pun yang penting sakit kepala tersebut segera reda.

Penelitian di Belanda tahun 2005 menghasilkan pasien yang mengalami gangguan kandung kemih dan mengalami masalah migren, migrennya berkurang setelah mengikuti anjuran dokter dengan meminum air putih 7 gelas per hari.

Sakit kepala memang biasanya disebabkan karena kurangnya asupan oksigen ke otak, dengan meminum air putih yang mengandung oksigen dapat memudahkan dan memperlancar aliran oksigen ke otak.

Mulai dari sekarang jangan lupa yah untuk minum air putih setiap hari!

Makanan Pemicu Sakit Kepala

Sakit kepala ataupun migren merupakan jenis penyakit paling umum dan pernah dialami oleh semua orang. Banyak faktor yang dapat memicu sakit kepala, seperti sinusitis, stres, dan ketegangan mental. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa pola diet atau konsumsi makanan tertentu juga mempunyai kontribusi besar terhadap kondisi ini.

Pakar diet Dr Sunita Dube setuju dengan pendapat bahwa makanan dapat memicu sakit kepala. "Di samping riwayat keluarga dengan migren dan stres, makanan mungkin bertanggung jawab sebesar 30 persen sebagai penyebab migren. Tetapi, kondisi lain, seperti perubahan hormonal, stres, kebiasaan tidur, dan depresi, tetap mempunyai persentase lebih tinggi," katanya.

Para ahli berpendapat, salah satu alasan paling umum penyebab sakit kepala adalah terjadinya perubahan pola makan secara tiba-tiba (beralih ke diet kalori sangat rendah).

"Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala, terutama jika Anda menjalani diet dengan mengurangi atau menghilangkan karbohidrat sepenuhnya. Pasalnya, otak hanya dapat menggunakan karbohidrat sebagai bahan bakar," kata Niri Desai, konsultan gizi.

Ia menambahkan, "Jika Anda mulai melewatkan waktu makan, kondisi ini akan memicu sakit kepala. Bahkan asupan air yang sangat rendah dapat memicu sakit kepala."

Para ahli berkesimpulan, tyramine (salah satu jenis asam amino) sebagai pelaku utama penyebab sakit kepala. Tyramine terdapat dalam beberapa makanan tertentu. Zat ini bekerja dengan cara mengurangi kadar serotonin di otak dan memengaruhi pelebaran pembuluh darah.

Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang dapat memicu sakit kepala dengan kandungan tyramine di dalamnya:

1. Minuman beralkohol

Peneliti mengatakan bahwa anggur merah mengandung tyramine. Anggur merah mengandung fitomkimia yang disebut fenol, yang mungkin menjadi pemicu utama sakit kepala. Bagi sebagian orang, mengonsumsi jenis alkohol tertentu bisa memicu timbulnya migren. Senyawa lain yang terkandung pada bir, wiski, dan anggur juga dapat menguras kadar serotonin (hormon yang menenangkan) di otak yang akhirnya memicu migren.

2. Cokelat

Cokelat juga dapat memicu perkembangan migren karena mengandung tyramine. Jumlah konsumsi cokelat juga bisa menjadi masalah, karena pada pasien migren dengan diet tinggi lemak cenderung lebih sering mengalami sakit kepala.

3. Kopi

"Kopi adalah zat adiktif ringan dan dapat meningkatkan kewaspadaan mental dan konsentrasi. Berhenti minum kopi tiba-tiba sering dapat menyebabkan sakit kepala, mudah marah, dan gejala lainnya," kata dr Nupur Krishnan, ahli gizi klinis.

4. Gula
Gula alami penting, artinya karena semua tumbuhan dan hewan menyimpan energi secara kimiawi dalam bentuk gula. Seluruh jenis gula alami memiliki nilai energi yang sama, yakni sekitar 4 kalori setiap gramnya. Gula alami juga relatif lebih baik dibandingkan dengan gula kimia atau pemanis buatan.

Desai mengatakan, hanya sedikit sekali di antara mereka yang intoleran dengan gula menderita sakit kepala. Namun, kasus sakit kepala jumlahnya lebih besar pada mereka yang intoleran dengan pemanis aspartam. Jadi, apabila Anda memang sering mengalami sakit kepala atau migren akibat pola makan atau diet, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter.

Sumber : (KompasHealth)

Sakit di Bagian Belakang Kepala

Terkadang kita sering merasakan nyeri di daerah tengkuk hingga menyebabkan sakit kepala, Sakit di Bagian Belakang Kepala ini di kenal dengan istilah tension type headache atau nyeri kepala tipe tegang.

Sakit atau nyeri kepala itu merupakan gejala dan penyebabnya banyak sekali, mulai dari tidak punya uang, stres dimarahin bos dikantor hingga tumor otak, dan biasanya juga karena kurangnya asupan oksigen ke otak bisa disebabkan karena posisi kita yang membuat sirkulasi oksigen ke otak menjadi terhambat.

Sakit ini disebut Tension type headache, sering kali timbul bila kita mengalami stressor baik itu fisik maupun psikis. Dan untuk menghilangkan gejala tersebut, melakukan pergerakan-pergerakan di daerah otot otot leher, penatalaksanaan stres, obat obat penghilang rasa nyeri dan pelemas otot dapat membantu Anda

Dua Sumber Sakit Kepala

Sakit kepala digolongkan menjadi dua jenis: sakit kepala primer dan sekunder. Pada sakit kepala primer, rasa sakit itu sendirilah penyakitnya. Sakit kepala sekunder disebabkan oleh masalah medis lain.

1.
Sakit kepala primer.
Stres, cuaca atau ketidakseimbangan hormon dapat memicu sakit kepala primer, yang berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Ada dua jenis utama sakit kepala primer, yaitu yang disebabkan oleh ketegangan otot (myogenik) dan pelebaran pembuluh darah (vaskular).

Sakit kepala myogenik disebabkan oleh ketegangan otot wajah, leher dan kepala. Sakit kepala ini merupakan jenis yang paling umum. Prevalensi tahunan sakit kepala myogenik adalah 74%, jauh lebih tinggi daripada untuk semua jenis sakit kepala lainnya. Perempuan 40% lebih sering terkena sakit kepala ini dibandingkan laki-laki.

Sakit kepala myogenik ditandai dengan tekanan di kedua sisi kepala dengan tingkat ringan sampai sedang dan tidak bertambah sakit bila melakukan aktivitas fisik rutin. Sakit kepala ini juga tidak menyebabkan mual, muntah atau lebih peka terhadap cahaya dan suara.

Sakit kepala vaskular disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) otak yang menekan saraf-saraf sehingga menimbulkan nyeri. Jenis sakit kepala ini yang paling umum adalah migren. Migren adalah sakit kepala berulang, yang banyak terjadi pada wanita, terutama menjelang menstruasi. Migren ditandai dengan sakit parah pada satu atau kedua sisi kepala, yang berlangsung selama minimal 12 jam. Jenis sakit kepala ini disertai hilangnya nafsu makan, mual dan muntah. Pada beberapa orang, migren juga ditandai dengan peningkatan kepekaan terhadap cahaya dan suara keras. Oleh karena itu, mereka biasanya ingin beristirahat di kamar yang gelap, tenang dan sejuk.

Jenis sakit kepala vaskular lain adalah sakit kepala klaster (cluster). Sakit kepala klaster terjadi berulang kali setiap hari pada waktu yang sama selama beberapa hari atau minggu dan kemudian mereda. Serangan sakit kepala klaster bisa berulang hingga berkali-kali dalam setahun. Rasa sakit umumnya meningkat perlahan-lahan dan menjadi sangat parah dalam beberapa menit, dan kemudian menghilang dalam satu sampai tiga jam. Lebih dari satu kali serangan sakit kepala dapat terjadi dalam sehari.

Sakit kepala klaster umumya berkembang dari wilayah sekitar mata dan menyebar ke seluruh wajah. Mata yang dipengaruhi oleh sakit kepala ini biasanya menjadi merah dan basah dan lubang hidung di sisi yang sama pada wajah sering menjadi meler dan tersumbat. Salah satu perbedaan utama antara klaster dan migren adalah penderita sakit kepala klaster biasanya merasa lebih baik jika bergerak.

2. Sakit kepala Sekunder
Sakit kepala sekunder dapat disebabkan oleh influenza, radang sinus, tekanan darah tinggi, stroke ringan/stroke berat, cedera kepala, tumor otak, gangguan metabolisme (mis. diabetes dan penyakit tiroid), gangguan saraf mata, sakit gigi, dll. Efek samping obat dan masalah psikologis juga dapat mengakibatkan sakit kepala. Dengan terapi yang tepat atas penyakit yang mendasari, biasanya sakit kepala akan menghilang.

Kapan harus ke dokter?
Segeralah memeriksakan diri ke dokter jika Anda merasakan gangguan berikut:

sakit kepala parah dan tiba-tiba
sakit kepala sakit yang terasa seperti menyengat dan menusuk-nusuk
sakit kepala terparah yang pernah Anda rasakan
sakit kepala yang terus-menerus dan memburuk
sakit kepala yang terasa setelah mengalami cedera kepala
sakit kepala disertai leher kaku, kejang, muntah parah, semakin parah saat membungkuk atau membuat bingung.

Sumber : (MajalahKesehatan)

Jenis-Jenis Sakit Kepala dan Obatnya

Penting bagi kita untuk mengetahui jenis-jenis sakit kepala atau macam-macam sakit kepala, dengan jalan seperti itu selain menambah pengetahuan kita tentang berbagai macam penyakit kepala pastinya selain dapat membatu menyelesaikan masalah kesehatan sendiri, kita juga dapat membantu teman atau kerabat kita yang sedang mengalami masalah sakit kepala.

Berikut adalah beberapa jenis sakit kepala yang sering dialami dan jenis obat yang dapat membantu mengatasinya.

1. Tension headaches
Ketegangan pada bagian kepala ini sangat umum terjadi, Anda akan merasakan sakit seperti tekanan yang kuat dan berat. Biasanya ini pada daerah tertentu seperti, pelipis dan kepala bagian belakang pada sekitar leher.

Untuk mengatasinya, Anda cukup menggunakan aspirin, ibuprofen, atau asetaminofen. Menurut teori kedokteran, sakit kepala ini disebabkan oleh kontraksi otot leher dan kulit kepala, termasuk respon terhadap stress. Dan juga perubahan kimia yang terjadi pada otak.

2. Cluster headaches
Sakit kepala ini muncul secara tiba-tiba dan berulang. Biasanya disertai dengan serangan yang sangat parah di salah satu bagian kepala, mata berair, dan hidung tersumbat. Kasus ini lebih banyak dialami para pria, meskipun wanita juga tidak menutup kemungkinan terserang.
Ketika mengalami sakit ini, biasanya mereka akan cenderung menjadi gelisah, tidak nyaman dan sulit untuk beristirahat. Penyebab sakit kepala ini dikaitkan dengan komponen genetik. Saat mengalami ini, lebih baik Anda menyerahkan pengobatan ini pada dokter ahli.

3. Sinus headaches
Jika Anda memiliki sinusitis, sakit kepala jenis ini sangat mungkin menghampiri. Biasanya ini terjadi saat sinus meradang, sehingga menyebabkan infeksi. Untuk meredakannya, Anda dapat memilih obat-obatan antibiotik serta antihistamin atau decongestan. Pada umumnya, sakit kepala ini juga disertai dengan demam.

4. Rebound headches
Mengapa Anda tidak diperbolehkan terlalu sering mengkonsumsi obat sakit kepala, alasannya, Anda akan sangat mungkin mengalami rebound headches. Sakit kepala yang merupakan efek dari konsumsi obat-obatan jenis aspirin, acetaminofen (tylenol), atau ibuprofen (motrin, advil), serta obat resep. Pengobatannya dapat dilakukan melalui terapi.

5. Migraine headches
Migrain juga sudah menjadi sakit kepala yang umum. Sakit kepala yang menyerang salah satu sisi kepala ini dapat berlangsung 4 hingga 27 jam.

Tanda-tanda lain yang menyertai seperti rasa berdenyut yang cukup parah sehingga mengganggu aktivitas Anda. Juga rasa mual dan muntah. Pada beberapa kasus, penderita migrain juga mengalami distorsi visual dan mati rasa di bagian tangan. Biasanya dokter akan memberikan obat dan mengharuskan Anda untuk beristirahat total.(suaramerdeka.com)
 
Copyright © 2011 Sakit Kepala | Themes by ada-blog.com.